Perbedaan Adat dan Budaya

Kita sering sekali mendengar kata adat dan budaya, baik di upacara keagamaan, kondisi sosial masyarakat dan lain-lain, sering kali orang pula mengatakan bahwa keduanya sama dalam hal penggunaanya, padahal keduanya sangat berbeda. Mari kita sedikit ulas tentang perbedaan adat dan budaya agar kita bisa membedakan mana yang bisa disebut adat dan mana pula yang bisa disebut budaya.

Pengertian adat

Secara etimologi (bahasa) adat berasal dari serapan bahasa Arab yang berarti kebiasaan. Jadi kalau secara etimologi adat adalah suatu perbuatan yang dilakukan berulang-ulang lalu menjadi kebiasaan yang tetap dan dihormati orang, maka kebiasaan itu akan menjadi adat.

Pendapat lain mengatakan bahwa adat berasal dari bahasa Sanskerta, karena telah digunakan oleh orang Minangkabau kurang lebih 2000 tahun lalu yang berasal dari dua kata yaitu a dan dato. A berarti tidak dan dato berarti sesuatu yang bersifat kebendaan. Jadi adat adalah sesuatu yang bersifat bukan kebendaan. Pendekatan kedua makna adat ini  tidak ada pertentangan karena sama-sama memiliki substansi yang sama. Ciri-cirinya yaitu bersifat mengikat, turun menurun, dan dianggap sakral/keramat oleh masyarakat.

kebaya beledu
pakaian adat yogya/kebaya beledu/idntimes.com

baju lurik klaten/backpackerjakarta.com

    Baca juga : Upacara adat Larung Tumpeng Sesaji di Telaga Sarangan

Pengertian budaya

Kata “Budaya” berasal dari Bahasa Sansekerta “Buddhayah”, yakni bentuk jamak dari “Budhi” (akal). Jadi, budaya adalah segala hal yang bersangkutan dengan akal. Selain itu kata budaya juga berarti “budi dan daya” atau daya dari budi. Jadi budaya adalah segala daya dari budi, yakni cipta, rasa dan karsa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia budaya artinya pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Ketika budaya ini diwariskan maka ia akan disebut sebagai tradisi.

sekaten
tradisi sekaten/andra11wulandari.blogspot.com

Setidaknya ada 7 unsur budaya yang dianggap universal (umum). [samuel]

  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi dan sebagainya.
  2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi dan sebagainya).
  3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan).
  4. Bahasa (lisan maupun tertulis).
  5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dan sebagainya).
  6. Sistem pengetahuan.
  7. Religi (sistem kepercayaan)

    Baca juga : Batik Sidomukti warisan budaya zaman kerajaan Mataram 

Subscribe to receive free email updates: